Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Jakarta Timur sejak Jumat sore, 23 Januari 2026. Dampaknya, sedikitnya 11 pohon tumbang dan dahan sempal terjadi di sejumlah titik, sehingga mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas di beberapa ruas jalan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Timur bergerak cepat melakukan evakuasi bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Upaya penanganan dilakukan secara intensif hingga malam hari guna memastikan situasi kembali aman.
Puluhan Personel Dikerahkan ke Lapangan
Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Tamhut Jakarta Timur, Made Widhi Adnyana Surya Pratita, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan sekitar 66 personel satuan tugas.
“Sebanyak 66 personel Satgas Sudin Tamhut bersama petugas PPSU telah mengevakuasi sedikitnya 11 pohon tumbang dan sempal akibat hujan dan angin kencang,” ujar Made, dikutip dari Antara, Minggu, 25 Januari 2026.
Petugas bekerja secara bergiliran sejak Jumat sore hingga Sabtu malam untuk memastikan seluruh material pohon yang menutup badan jalan dapat dibersihkan sepenuhnya.
Evakuasi Dikebut Demi Kelancaran Lalu Lintas
Made menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan prioritas pada titik-titik yang menghambat mobilitas warga. Sejumlah pohon tumbang sempat menutup sebagian badan jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan.
“Tim di lapangan bekerja ekstra agar seluruh batang pohon yang menghalangi jalan dapat ditangani tuntas pada Sabtu malam,” jelasnya.
Dengan langkah cepat tersebut, sebagian besar ruas jalan yang terdampak dapat kembali dilalui kendaraan dalam waktu relatif singkat.
Pohon Berdiameter Besar Ikut Tumbang
Beberapa pohon yang tumbang memiliki ukuran cukup besar, sehingga membutuhkan peralatan khusus dalam proses evakuasi. Salah satunya adalah Pohon Sepatodea dengan diameter sekitar 110 sentimeter di wilayah Kelapa Dua Wetan.
Selain itu, Pohon Angsana berdiameter sekitar 120 sentimeter juga tumbang di kawasan Ciracas. Kedua pohon tersebut memerlukan waktu lebih lama untuk dipotong dan dipindahkan karena ukuran batangnya yang besar.
Petugas menggunakan gergaji mesin dan alat berat ringan agar proses pemotongan berjalan aman dan cepat.
Titik Pohon Tumbang Tersebar di Banyak Lokasi
Selain Kelapa Dua Wetan dan Ciracas, sejumlah titik lain juga terdampak pohon tumbang dan dahan sempal. Lokasi tersebut antara lain:
- Jalan Tanah Mas Raya
- Jalan Arista Raya
- Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan Kantor Kementerian Perdagangan
- Area Taman Bambu, Kelurahan Setu
Di kawasan Taman Bambu, petugas menangani pohon jenis Bunga Kupu-Kupu yang mengalami dahan patah dan berpotensi membahayakan pengunjung taman.
Tidak Ada Korban Jiwa
Beruntung, dalam peristiwa pohon tumbang ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka. Namun demikian, beberapa kendaraan sempat tertahan akibat akses jalan yang tertutup batang pohon.
Pemerintah Kota Jakarta Timur memastikan seluruh laporan warga ditangani secara cepat untuk meminimalkan risiko lanjutan.
Antisipasi Cuaca Ekstrem Sepanjang 2026
Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi sepanjang tahun 2026, Sudin Tamhut Jakarta Timur telah menyiapkan langkah antisipasi lebih masif.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari upaya penanganan pohon rawan tumbang yang telah dilakukan sepanjang tahun sebelumnya.
Pada 2025, tercatat sebanyak 20.718 pohon telah ditangani di 10 kecamatan wilayah Jakarta Timur melalui kegiatan pemangkasan, perapihan tajuk, hingga penebangan pohon berisiko tinggi.
Patroli Rutin dan Pemangkasan Pohon
Tim Satuan Tugas Hijau akan terus melakukan patroli rutin di kawasan permukiman, jalur protokol, dan ruang terbuka hijau. Pohon-pohon yang dinilai memiliki potensi tumbang akan dilakukan pemangkasan atau topping untuk mengurangi beban cabang.
Langkah ini bertujuan menekan risiko pohon tumbang saat hujan deras dan angin kencang kembali terjadi.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Karena itu, pemantauan akan terus kami tingkatkan,” ujar Made.
Warga Diminta Aktif Melapor
Pemerintah Kota Jakarta Timur juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam melaporkan potensi pohon rawan tumbang. Warga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini).
Melalui laporan masyarakat, petugas dapat lebih cepat melakukan penanganan sebelum terjadi insiden yang membahayakan.
Selain itu, warga diimbau untuk tetap waspada saat beraktivitas di luar rumah ketika hujan deras dan angin kencang melanda.
Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi
Berdasarkan prakiraan cuaca, potensi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang masih dapat terjadi di wilayah DKI Jakarta dalam beberapa waktu ke depan.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas dinas guna memastikan respons cepat terhadap kejadian darurat seperti pohon tumbang, genangan air, maupun gangguan lalu lintas.
Dengan kesiapsiagaan yang optimal, diharapkan dampak cuaca ekstrem terhadap keselamatan warga dapat diminimalkan.
Baca Juga : KDM Soroti Alih Fungsi Lahan Pemicu Longsor Bandung Barat
Cek Juga Artikel Dari Platform : wikiberita

