Gosip Bukan Sekadar Obrolan Kosong
Di hampir setiap lingkungan sosial—kantor, tongkrongan, komunitas, hingga grup WhatsApp keluarga—selalu ada satu atau dua orang yang tampaknya selalu lebih dulu tahu kabar terbaru. Entah itu soal rekan kerja, selebriti, tren viral, atau isu ringan yang sedang ramai dibicarakan, mereka seperti punya “radar informasi” sendiri.
Gosip sering dipandang negatif, padahal dalam banyak kasus, gosip adalah bentuk interaksi sosial. Ia menjadi cara manusia berbagi cerita, membangun kedekatan, dan memahami dinamika lingkungan sekitar. Dalam psikologi sosial, berbagi informasi informal justru berperan penting dalam membentuk ikatan kelompok.
Menariknya, dalam kerangka MBTI (Myers-Briggs Type Indicator), ada beberapa tipe kepribadian yang memang lebih menikmati arus informasi sosial dibanding yang lain. Mereka bukan sekadar suka bicara, tetapi juga aktif mengamati, mendengar, dan menyebarkan cerita.
Berikut ini lima MBTI yang dikenal paling hobi gosip dan jarang ketinggalan berita terkini—tentu dengan gaya dan alasan yang berbeda-beda.
1. ESFP – Si Pencerita yang Membuat Gosip Jadi Hidup
ESFP dikenal sebagai tipe yang ekspresif, spontan, dan penuh energi. Mereka sangat peka terhadap apa yang terjadi di sekitar dan cepat menangkap perubahan suasana sosial.
Bagi ESFP, gosip bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi menghidupkan suasana. Mereka jago membungkus cerita dengan gaya yang seru, penuh ekspresi, dan mudah dicerna. Tak heran, saat ESFP mulai bercerita, orang-orang cenderung berkumpul dan mendengarkan.
ESFP juga senang berada di pusat interaksi. Berita terbaru menjadi “bahan bakar” untuk menjaga obrolan tetap mengalir. Selama topiknya ringan dan menyenangkan, ESFP tidak merasa gosip sebagai hal negatif, melainkan bagian alami dari bersosialisasi.
2. ESFJ – Gosip sebagai Bentuk Kepedulian Sosial
Berbeda dengan ESFP yang fokus pada keseruan, ESFJ melihat gosip dari sisi hubungan dan kepedulian. Mereka ingin tahu kabar orang lain karena merasa bertanggung jawab secara emosional terhadap lingkungannya.
ESFJ sering menjadi penghubung informasi: siapa yang sedang butuh bantuan, siapa yang sedang punya masalah, atau siapa yang patut diberi perhatian lebih. Dalam konteks ini, gosip bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memahami kondisi sosial.
Karena orientasi mereka pada harmoni dan keteraturan, ESFJ biasanya menyebarkan kabar dengan niat menjaga hubungan tetap hangat. Mereka juga cenderung memastikan informasi yang dibagikan tidak merugikan orang lain secara berlebihan.
3. ESTP – Pemburu Isu dan Tren Terkini
ESTP adalah tipe yang cepat, sigap, dan sangat responsif terhadap lingkungan. Mereka punya insting kuat terhadap hal-hal yang sedang “panas” atau ramai dibicarakan.
Begitu ada isu baru, ESTP biasanya langsung tahu—entah dari percakapan langsung, media sosial, atau pengamatan spontan. Gosip bagi ESTP adalah informasi aktual yang bisa langsung dijadikan bahan obrolan seru.
Gaya mereka santai, lugas, dan tanpa banyak filter. Cerita disampaikan apa adanya, sering kali disertai komentar spontan yang membuat obrolan terasa hidup. ESTP jarang menyimpan informasi terlalu lama; kalau sudah tahu, biasanya langsung dibagikan.
4. ENFP – Menikmati Cerita di Balik Manusia
ENFP punya rasa ingin tahu yang besar terhadap kehidupan orang lain. Mereka tertarik bukan hanya pada apa yang terjadi, tetapi mengapa itu terjadi dan bagaimana perasaan orang-orang yang terlibat.
Bagi ENFP, gosip adalah pintu masuk untuk memahami karakter, emosi, dan dinamika hubungan. Sebuah kabar kecil bisa berkembang menjadi diskusi panjang tentang perasaan, nilai hidup, dan kemungkinan masa depan.
Karena empati mereka tinggi, ENFP sering terlibat dalam gosip yang bernuansa emosional. Mereka menikmati pertukaran cerita yang mendalam dan personal, sehingga update berita sosial jarang luput dari perhatian mereka.
5. ENTP – Gosip sebagai Bahan Diskusi dan Ide
ENTP memandang gosip sebagai bahan mentah intelektual. Berita terkini bukan hanya untuk dibagikan, tetapi untuk dianalisis, dipelintir, dan dikaitkan dengan berbagai ide lain.
Mereka senang membahas isu dari sudut pandang yang tidak biasa. Gosip sederhana bisa berkembang menjadi diskusi panjang tentang pola sosial, psikologi manusia, atau bahkan kritik budaya populer.
Bagi ENTP, bertukar informasi adalah bentuk stimulasi pikiran. Mereka menikmati dinamika diskusi cepat dan ide-ide yang saling bersilangan. Karena itu, mereka cenderung aktif mengikuti berita dan isu yang sedang ramai.
Mengapa MBTI Sosial Lebih Dekat dengan Gosip?
Kelima MBTI di atas umumnya memiliki dua kesamaan besar: ekstroversi dan orientasi pada dunia luar. Mereka mendapatkan energi dari interaksi sosial dan lingkungan, sehingga informasi tentang orang lain menjadi sesuatu yang menarik.
Namun penting diingat, hobi gosip tidak selalu berarti menyebarkan kabar buruk. Dalam banyak kasus, gosip adalah cara manusia membangun koneksi, memahami konteks sosial, dan merasa menjadi bagian dari kelompok.
Gosip Bijak, Relasi Sehat
Setiap tipe MBTI punya alasan berbeda mengapa mereka tertarik pada gosip dan berita terkini. Selama dilakukan dengan empati, tanggung jawab, dan tanpa niat merugikan, obrolan semacam ini justru bisa mempererat hubungan sosial.
Pada akhirnya, yang terpenting bukan seberapa cepat kita tahu kabar terbaru, tetapi bagaimana kita menyikapi informasi tersebut dengan dewasa dan bijak.
Baca Juga : Profil Romo Mudji Sutrisno, Rohaniwan dan Budayawan
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : zonamusiktop

