Polri Hadir Mengawal Pemulihan Pascabencana
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabanjir di wilayah utara Sumatera. Pernyataan tersebut disampaikan saat Komjen Dedi melakukan pemantauan langsung perkembangan penanganan bencana di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian peninjauan Wakapolri setelah sebelumnya mendatangi wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Kehadiran pimpinan Polri di lapangan bertujuan memastikan seluruh program bantuan benar-benar berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan masyarakat terdampak.
“Pagi hari ini kami berada di Padang Pariaman untuk memastikan langsung progres kegiatan Polri dalam mendukung pemulihan bencana. Ini bagian dari rangkaian kunjungan kami setelah dari Aceh dan Sumatera Utara,” ujar Dedi dalam keterangannya.
Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Langsung ke Warga
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada sejumlah perwakilan masyarakat dan institusi pendidikan. Bantuan disalurkan kepada SMP Batang Anai, SD 05 Sungai Buluh, Wali Nagari 12×11 Kayu Tanam, Wali Nagari Lubuk Alung, marbot masjid setempat, serta Polres Padang Pariaman.
Penyerahan bantuan ini mencerminkan pendekatan Polri yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan sosial masyarakat, termasuk sektor pendidikan dan rumah ibadah yang terdampak banjir dan longsor.
Usai penyerahan bantuan simbolis, Wakapolri juga melepas rangkaian distribusi logistik kemanusiaan yang dilakukan secara langsung menggunakan kendaraan roda dua. Strategi ini dipilih agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak yang akses jalannya masih terbatas, terutama di Kecamatan Lubuk Alung dan Batang Anai.
Infrastruktur Jadi Fokus Utama Pemulihan
Dalam upaya mempercepat pemulihan, Polri bersama Polda Sumatera Barat, pemerintah daerah, TNI, dan para pemangku kepentingan lainnya terus mengakselerasi pembangunan dan perbaikan infrastruktur vital. Salah satu fokus utama adalah pembangunan jembatan darurat yang menjadi urat nadi mobilitas warga dan distribusi logistik.
Hingga saat ini, pembangunan jembatan darurat telah menunjukkan progres signifikan. Jembatan Palembayan di Kabupaten Agam telah rampung 100 persen dan berfungsi normal. Jembatan Malalak di Kabupaten Agam telah mencapai progres sekitar 80 persen, sementara jembatan Batang Anai di Kabupaten Padang Pariaman telah mencapai sekitar 75 persen.
Di Kabupaten Solok, pembangunan jembatan di X Koto Singkarak masih dalam tahap persiapan material. Sementara itu, jembatan Sumani telah selesai 100 persen dan sudah dioperasionalkan secara maksimal untuk mendukung aktivitas warga.
Jembatan Bailey untuk Pulihkan Akses Ekonomi
Wakapolri juga menyoroti kondisi jembatan Salareh Aia di Kabupaten Agam. Saat ini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, melayani sekitar 1.135 jiwa. Namun, Polri menyiapkan peningkatan jembatan tersebut menjadi jembatan rangka baja modular atau Bailey agar kendaraan roda empat dapat melintas.
“Kami akan siapkan peningkatan jembatan menjadi jembatan Bailey agar kendaraan roda empat bisa melintas, sehingga akses logistik dan aktivitas perekonomian masyarakat dapat kembali normal,” jelas Dedi.
Langkah ini dinilai krusial karena keterbatasan akses jalan sangat memengaruhi distribusi bahan pokok, hasil pertanian, serta mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi pascabanjir.
Alat Berat, Air Bersih, dan Sembako
Untuk mendukung percepatan pemulihan lingkungan, Polri mengerahkan 11 unit alat berat. Enam unit beroperasi di Kabupaten Agam dan lima unit lainnya di Kabupaten Padang Pariaman, terutama di kecamatan-kecamatan dengan dampak bencana yang cukup berat. Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, puing bangunan, serta membuka kembali akses jalan yang tertutup.
Pemenuhan kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian serius. Polri telah membangun sekitar 150 titik sumur bor dari target 300 titik. Selain itu, tujuh unit mobil tangki air bersih dikerahkan untuk melayani pengungsian, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, serta permukiman warga.
Dalam hal bantuan logistik, Polri telah menyalurkan sekitar 30 ton paket sembako yang mencakup beras, gula, minyak goreng, mie instan, air mineral, biskuit, sarden, teh, serta kebutuhan rumah tangga dan kesehatan lainnya.
“Bantuan ini kami distribusikan langsung menggunakan kendaraan roda dua agar benar-benar menyentuh warga yang terdampak. Ini sesuai arahan Bapak Kapolri agar Polri hadir dan memberi solusi nyata di lapangan,” ujar Wakapolri.
Huntara, Pendidikan, dan Trauma Healing
Selain pemulihan fisik, Polri juga mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga lokasi terdampak, yakni Kapalo Koto di Kota Padang, Anduriang di Kabupaten Padang Pariaman, dan Limau Hantu di Kabupaten Pesisir Selatan. Pembangunan huntara direncanakan mulai Januari, dengan dukungan peralatan kerja seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong untuk mendorong gotong royong warga.
Sektor pendidikan dan pemulihan psikologis anak-anak juga menjadi bagian dari perhatian Polri. Bantuan peralatan sekolah seperti tas, alat tulis, seragam, sepatu, serta paket trauma healing disalurkan untuk membantu anak-anak kembali belajar dengan rasa aman dan nyaman.
Menjelang berakhirnya masa libur sekolah dan menghadapi bulan Ramadan, Polri turut melakukan kerja bakti dan perbaikan tempat ibadah yang terdampak, termasuk penyediaan karpet dan Al-Qur’an.
“Kami harus mempersiapkan kebutuhan masyarakat sejak sekarang, termasuk menghadapi Ramadan. Tempat ibadah harus bisa digunakan dengan baik, air bersih tersedia, dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” tutup Wakapolri.
Langkah terpadu ini menunjukkan peran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pemulihan kemanusiaan dan pembangunan kembali kehidupan masyarakat pascabencana.
Baca Juga : 3.000 ASN Aceh Diterjunkan Bantu Daerah Terdampak Bencana
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : pestanada

