Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan kembali menyiapkan langkah antisipatif menjelang perayaan malam Tahun Baru. Selain menerapkan Car Free Night di kawasan Sudirman–Thamrin, Dishub juga melakukan rekayasa lalu lintas di dua destinasi favorit warga, yakni Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Taman Margasatwa Ragunan.
Kedua lokasi tersebut dikenal sebagai magnet keramaian saat libur panjang, khususnya malam pergantian tahun. Ribuan kendaraan biasanya memadati akses masuk dan keluar kawasan, sehingga tanpa pengaturan khusus, potensi kemacetan parah sulit dihindari. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas, keselamatan pengguna jalan, serta kenyamanan warga yang merayakan Tahun Baru.
Alasan Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
Dishub DKI Jakarta menilai bahwa kepadatan di sekitar TMII dan Ragunan bukan hanya berdampak pada pengunjung, tetapi juga masyarakat yang melintas untuk keperluan lain. Arus kendaraan yang tersendat dapat memicu kemacetan berantai hingga ke jalan arteri dan penghubung antarwilayah.
Dengan rekayasa lalu lintas, arus kendaraan akan dibagi dan dialihkan ke sejumlah koridor alternatif agar beban lalu lintas tidak menumpuk di satu titik. Selain itu, pengaturan ini juga mempermudah pergerakan kendaraan darurat dan transportasi umum.
Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan TMII
Pengaturan lalu lintas di sekitar TMII difokuskan pada simpul-simpul padat seperti Cawang, Halim, Pondok Gede, Cipayung, hingga Bambu Apus. Berikut gambaran rute alternatif yang disiapkan Dishub:
1. Arah Utara ke Selatan (PGC Cawang menuju Ceger, Cipayung, Bambu Apus)
Pengendara dari arah PGC Cawang menuju selatan dapat melalui:
- Simpang TL PGC → Jalan Raya Bogor → Simpang TL Hek → Jalan Raya Bogor → Simpang TL Pasar Rebo → Jalan TB Simatupang → Mabes Hankam → putar balik depan Polsek Cipayung → Jalan Raya Mabes Hankam.
Alternatif lain:
- Simpang TL PGC → Jalan Raya Bogor → Simpang TL Hek → Jalan H. Bokir Bin Dji’un → Simpang TL Keramik → Jembatan Jalan H. Bokir Bin Dji’un → Simpang TL Garuda → Jalan Raya Pondok Gede → Simpang depan RS Haji → Jalan Taman Mini II → Jalan Manunggal XVII → Jalan Albaidho → Rawa Binong → Pagelarang → Jalan Raya Hankam → Jalan Raya Setu → Jalan H. Karim → Jalan Raya Mabes Hankam.
2. Arah Halim Perdana Kusuma ke Selatan
Pengendara dari Halim menuju Ceger, Cipayung, atau Bambu Apus dapat menggunakan:
- Jalan Raya Pondok Gede → Simpang Jalan Lubang Buaya → Jalan Lubang Buaya → Jalan Rawa Binong → Jalan Pagelarang → Jalan Raya Hankam → Jalan Raya Setu → Jalan H. Karim → Jalan Raya Mabes Hankam.
Alternatif lainnya:
- Jalan Raya Pondok Gede → Simpang TL Garuda → Jalan H. Bokir Bin Dji’un → Simpang TL Keramik → Jalan H. Bokir Bin Dji’un → Simpang TL Hek → Jalan Raya Bogor → Simpang TL Pasar Rebo → Jalan TB Simatupang → Jalan Raya Mabes Hankam → putar balik depan Polsek Cipayung.
3. Arah Timur Pondok Gede ke Selatan
Arus dari Pondok Gede menuju Ceger, Cipayung, dan Bambu Apus diarahkan melalui:
- Jalan Raya Pondok Gede → Simpang TL Lubang Buaya → Jalan Lubang Buaya → Jalan Rawa Binong → Jalan Pagelarang → Jalan Raya Setu → Jalan Raya Mabes Hankam.
4. Arah Selatan ke Utara (Ceger/Cipayung menuju Cawang dan Halim)
- Dari Ceger menuju Cawang PGC dan Halim: Simpang TL Ceger → Jalan Raya Mabes Hankam → Jalan Lingkar Luar Selatan → Jalan TB Simatupang → Simpang TL Pasar Rebo → Jalan Raya Bogor.
- Dari Cipayung menuju Cawang dan Halim: Jalan Raya Mabes Hankam → Jalan Lingkar Luar Selatan → Jalan TB Simatupang → Simpang TL Pasar Rebo → Jalan Raya Bogor.
5. Arah Bambu Apus ke Pondok Gede
- Jalan Raya Mabes Hankam → Jalan Raya Bambu Apus → Jalan Raya Setu → Jalan Raya Hankam → Jalan Pagelarang → Jalan Rawa Binong → Jalan Lubang Buaya → Jalan Raya Pondok Gede.
Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Ragunan
Selain TMII, Dishub juga menaruh perhatian besar pada kawasan Ragunan yang hampir selalu padat saat libur akhir tahun. Pengaturan lalu lintas di sekitar Ragunan dilakukan dengan prinsip serupa, yakni mengurai kepadatan di pintu masuk utama dan mengalihkan arus ke jalur pendukung.
Pengunjung Ragunan diimbau untuk:
- Menghindari jam puncak menjelang malam Tahun Baru.
- Mengikuti arahan petugas di lapangan dan rambu pengalihan arus.
- Memanfaatkan transportasi umum seperti TransJakarta yang melayani rute ke Ragunan.
Imbauan bagi Masyarakat
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar:
- Menyesuaikan jadwal perjalanan dan tidak memaksakan diri melintas di jam padat.
- Menyiapkan rute alternatif sebelum berangkat.
- Mengutamakan transportasi umum untuk mengurangi beban lalu lintas.
- Mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional dan dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan. Oleh karena itu, warga disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari Dishub DKI Jakarta.
Menjaga Perayaan Tetap Aman dan Nyaman
Penerapan rekayasa lalu lintas di TMII dan Ragunan merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menciptakan perayaan Tahun Baru yang tertib, aman, dan nyaman. Dengan pengaturan arus yang tepat serta kerja sama masyarakat, diharapkan mobilitas tetap berjalan lancar tanpa mengurangi kemeriahan malam pergantian tahun.
Perayaan boleh meriah, namun keselamatan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama bagi semua.
Baca Juga : Dishub Siapkan 36 Kantong Parkir Car Free Night Jakarta
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritajalan

