ngobrol.online Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melontarkan kritik keras terhadap tindakan Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk neokolonialisme dan imperialisme modern.
Menurut Megawati, tindakan militer lintas negara semacam itu tidak bisa dibenarkan. Ia menilai peristiwa tersebut mencederai prinsip dasar hubungan internasional. Kedaulatan negara menjadi nilai utama yang harus dihormati.
Kritik Terhadap Pelanggaran Kedaulatan Negara
Megawati menegaskan bahwa setiap negara memiliki hak penuh atas urusan dalam negerinya. Tidak ada negara yang berhak bertindak sepihak. Terlebih jika tindakan tersebut menggunakan kekuatan militer.
Ia menyebut bahwa penangkapan kepala negara oleh kekuatan asing adalah preseden berbahaya. Jika dibiarkan, hal ini bisa menjadi pembenaran bagi intervensi di negara lain. Dunia internasional akan masuk ke fase ketidakpastian baru.
Neokolonialisme dalam Wajah Modern
Dalam pandangan Megawati, praktik kolonialisme tidak lagi hadir dalam bentuk penjajahan fisik. Saat ini, kolonialisme hadir dalam wujud baru. Tekanan militer, ekonomi, dan politik menjadi instrumen utama.
Ia menyebut kondisi ini sebagai imperialisme modern. Negara kuat menggunakan dominasinya atas negara yang lebih lemah. Prinsip kesetaraan antarbangsa pun terabaikan.
Megawati menilai tindakan tersebut bertentangan dengan semangat kemerdekaan bangsa-bangsa. Dunia seharusnya bergerak menuju kerja sama, bukan dominasi.
Piagam PBB Dinilai Dilanggar
Megawati juga menyoroti pelanggaran terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa. Piagam PBB secara jelas mengatur prinsip non-intervensi. Setiap negara wajib menghormati kedaulatan negara lain.
Penangkapan pemimpin negara tanpa mandat internasional dinilai melanggar hukum global. Ia menilai hukum internasional tidak boleh ditafsirkan sepihak. Semua negara harus tunduk pada aturan yang sama.
Dampak Geopolitik yang Lebih Luas
Tindakan Amerika Serikat tersebut tidak hanya berdampak pada Venezuela. Gejolak politik global ikut meningkat. Negara-negara berkembang merasa terancam oleh pola intervensi semacam ini.
Di kawasan Amerika Latin, peristiwa ini memicu kekhawatiran baru. Stabilitas regional menjadi taruhan. Ketegangan antarnegara berpotensi meningkat.
Megawati menilai dunia sedang menghadapi fase rawan konflik. Ketika hukum internasional dilemahkan, kekuatan militer menjadi alat utama. Situasi ini sangat berbahaya bagi perdamaian global.
Indonesia dan Prinsip Politik Luar Negeri
Pernyataan Megawati sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia. Indonesia sejak lama menganut sikap bebas dan aktif. Dialog dan diplomasi selalu menjadi pilihan utama.
Indonesia menolak segala bentuk penjajahan. Baik penjajahan klasik maupun versi modern. Prinsip ini tertanam kuat sejak awal kemerdekaan.
Megawati menilai Indonesia harus konsisten bersuara. Negara berkembang tidak boleh diam. Solidaritas antarbangsa menjadi kunci menjaga tatanan dunia.
Penegakan Hukum Tidak Bisa Sepihak
Amerika Serikat berdalih penegakan hukum internasional. Namun Megawati menilai alasan tersebut tidak cukup. Penegakan hukum harus melalui mekanisme global.
Tanpa persetujuan internasional, tindakan militer hanya akan dianggap agresi. Hukum tidak boleh menjadi alat kekuasaan. Keadilan harus berdiri di atas kesetaraan.
Ia menegaskan bahwa hukum internasional bukan milik negara tertentu. Semua negara memiliki kedudukan yang sama.
Risiko Normalisasi Intervensi Militer
Megawati mengingatkan risiko jangka panjang dari peristiwa ini. Jika dunia membiarkan penangkapan kepala negara oleh kekuatan asing, maka batas kedaulatan akan kabur.
Intervensi bisa menjadi hal yang dinormalisasi. Negara kecil akan selalu berada dalam posisi rentan. Dunia akan kembali pada logika kekuatan, bukan hukum.
Menurutnya, ini adalah kemunduran peradaban global.
Seruan Agar Dunia Tidak Diam
Megawati menyerukan agar komunitas internasional tidak bersikap pasif. Negara-negara harus bersuara. Prinsip keadilan global harus dijaga bersama.
Ia menilai diam berarti membiarkan ketidakadilan terjadi. Dunia harus belajar dari sejarah. Imperialisme selalu membawa penderitaan panjang.
Penutup: Kedaulatan Harus Dijaga
Penangkapan Presiden Venezuela menjadi alarm keras bagi dunia. Megawati menilai ini bukan isu satu negara. Ini adalah ujian bagi tatanan internasional.
Jika kedaulatan negara tidak lagi dihormati, maka perdamaian global terancam. Dunia membutuhkan keberanian moral. Bukan sekadar kepentingan politik.
Megawati menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa adalah harga mati. Tidak boleh dinegosiasikan. Tidak boleh dirampas oleh kekuatan apa pun.

Cek Juga Artikel Dari Platform 1reservoir.com
