Suasana Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka 2, Kota Depok, tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi hari, ratusan ibu-ibu dari berbagai kelurahan dan kecamatan terlihat memadati ruangan dengan wajah antusias. Mereka hadir untuk mengikuti Baking Class dari Palmia bersama Chef Lukman, sebuah kegiatan yang tidak hanya mengajarkan teknik membuat kue, tetapi juga membangkitkan semangat kewirausahaan di kalangan perempuan.
Kegiatan yang digelar pada Kamis itu melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Depok. Sejak sesi pembukaan, suasana sudah terasa hangat dan interaktif. Para peserta tidak hanya duduk menyimak, tetapi aktif bertanya, mencatat, dan terlibat langsung dalam proses pembuatan aneka produk bakery.
Antusiasme Peserta Jadi Cerminan Semangat Belajar
Baking class ini dirancang sebagai pelatihan praktis. Chef Lukman, yang dikenal berpengalaman di dunia kuliner dan edukasi UMKM, memandu peserta langkah demi langkah dengan gaya yang komunikatif dan mudah dipahami. Setiap tahapan dijelaskan secara rinci, mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan adonan, hingga tips menghasilkan tekstur dan rasa yang konsisten.
Para ibu tampak antusias mengikuti arahan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan mengaku sudah memiliki usaha rumahan kecil-kecilan, sementara yang lain baru berencana memulai bisnis kuliner dari dapur sendiri. Bagi mereka, kegiatan ini menjadi kesempatan emas untuk belajar langsung dari praktisi.
Lima Produk Olahan Bernilai Jual Tinggi
Dalam sesi demonstrasi, Chef Lukman memperkenalkan lima jenis produk olahan yang dinilai memiliki potensi pasar tinggi dan relatif mudah diproduksi di rumah. Kelima produk tersebut adalah salt bread, donat labu, bolu ketan lumer, peanut cookies, dan double coklat cookies.
Setiap produk dipilih dengan pertimbangan matang. Selain rasanya yang disukai banyak kalangan, bahan-bahan yang digunakan juga mudah didapat dan tidak memerlukan peralatan mahal. Chef Lukman menekankan bahwa kunci keberhasilan bukan terletak pada kemewahan bahan, melainkan pada ketepatan teknik dan konsistensi proses.
“Resep yang menarik bukan karena bahan dan alatnya yang mahal, tetapi karena dihasilkan dengan cara yang tepat dan mampu menjadi produk bernilai jual,” ujar Chef Lukman di hadapan peserta.
Membuka Wawasan Soal Peluang UMKM
Lebih dari sekadar praktik memasak, baking class ini juga sarat dengan motivasi kewirausahaan. Chef Lukman menyoroti peran penting Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Menurutnya, sektor kuliner adalah salah satu bidang yang paling terbuka bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga.
Ia mendorong para peserta untuk tidak ragu memulai usaha, meskipun dari skala kecil. Dengan pengelolaan yang baik, produk rumahan bisa berkembang dan memiliki pasar yang luas. Chef Lukman juga berbagi pengalaman mengenai strategi sederhana dalam menentukan harga, menjaga kualitas, serta membangun kepercayaan konsumen.
Pesan ini mendapat sambutan positif dari peserta. Banyak ibu yang mengaku termotivasi untuk mencoba menjual produk hasil praktik tersebut, baik melalui lingkungan sekitar maupun platform digital.
Peran PKK dan DWP dalam Pemberdayaan Perempuan
Kehadiran TP-PKK dan DWP Kota Depok dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan ekonomi keluarga. Melalui pelatihan seperti baking class, organisasi-organisasi ini berupaya membekali anggotanya dengan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan.
Para pengurus PKK dan DWP berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak ibu di berbagai wilayah Depok. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan bersama juga memperkuat solidaritas dan jejaring antaranggota.
Dari Dapur Rumah Menuju Pasar
Salah satu nilai penting dari baking class ini adalah pendekatannya yang realistis. Semua resep dan teknik yang diajarkan dirancang agar bisa langsung dipraktikkan di dapur rumah. Hal ini penting agar peserta tidak merasa terbebani dengan investasi awal yang besar.
Chef Lukman juga menekankan pentingnya inovasi. Meski resep dasar sama, setiap pelaku usaha dapat menambahkan sentuhan personal, baik dari segi rasa, tampilan, maupun kemasan. Dengan begitu, produk akan memiliki identitas yang membedakannya dari yang lain.
Dampak Jangka Panjang bagi Ekonomi Keluarga
Pelatihan kuliner seperti ini diharapkan memberi dampak jangka panjang. Ketika ibu-ibu memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk berwirausaha, maka potensi peningkatan ekonomi keluarga akan semakin besar. Usaha kecil yang tumbuh dari rumah juga dapat membuka peluang kerja bagi lingkungan sekitar.
Chef Lukman menutup sesi dengan pesan penyemangat. Ia berharap para peserta tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tetapi terus berlatih, berinovasi, dan berani melangkah. Dengan kreativitas dan semangat, produk olahan rumahan dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Inspirasi yang Layak Dilanjutkan
Baking Class Palmia bersama Chef Lukman di Depok menjadi contoh kegiatan edukatif yang tepat sasaran. Menggabungkan keterampilan praktis, motivasi, dan semangat kebersamaan, acara ini berhasil membangkitkan optimisme para ibu untuk berkontribusi lebih besar dalam ekonomi keluarga dan masyarakat.
Dengan antusiasme yang terlihat sepanjang acara, baking class ini bukan hanya menjadi ajang belajar memasak, tetapi juga ruang inspirasi bagi lahirnya pelaku-pelaku UMKM baru dari Kota Depok.
Baca Juga : Kreatif dan Edukatif, Sanggar Anak Indonesia Ramaikan Cambridge Medan
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : 1reservoir

