ngobrol.online Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kader partai. Ia meminta agar seluruh jajaran bergerak cepat merespons bencana yang terjadi di wilayah Sumatera.
Pesan tersebut disampaikan kepada struktur partai dari pusat hingga daerah. Fokus utama adalah kehadiran nyata di lapangan. Bagi Megawati, penanganan bencana tidak boleh menunggu instruksi panjang.
Ganjar Ungkap Instruksi Langsung Ketua Umum
Ketua DPP PDI-P Ganjar Pranowo mengungkapkan isi pesan Megawati tersebut. Ia mengatakan bahwa Ketua Umum meminta seluruh kader bersikap siaga. Respons cepat menjadi prioritas utama.
Ganjar menjelaskan bahwa arahan tersebut berdampak langsung pada agenda internal partai. Sejumlah kader dan tokoh PDI-P memilih tetap berada di daerah terdampak bencana. Mereka tidak meninggalkan lokasi demi menghadiri agenda partai.
Absennya Kader di Rakernas Bukan Tanpa Alasan
Ganjar menegaskan bahwa ketidakhadiran sejumlah kader dalam forum partai bukan bentuk ketidaksiplinan. Sebaliknya, hal itu merupakan wujud ketaatan pada perintah partai. Kepentingan rakyat ditempatkan di atas agenda organisasi.
Menurut Ganjar, Megawati menekankan bahwa partai harus hadir lebih dulu di tengah masyarakat. Ketika bencana terjadi, kader tidak boleh ragu. Semua diminta langsung bergerak.
Respons Bencana Jadi Prioritas Moral Partai
Bagi PDI-P, respons bencana bukan sekadar kegiatan sosial. Hal itu dipandang sebagai tanggung jawab moral. Partai menilai penderitaan masyarakat tidak boleh dibiarkan tanpa pendampingan.
Megawati disebut selalu menekankan nilai kemanusiaan dalam setiap kebijakan partai. Dalam situasi darurat, kehadiran kader di lapangan menjadi simbol keberpihakan.
Instruksi Siaga Berlaku untuk Semua Tingkatan
Pesan Megawati tidak hanya ditujukan kepada elite partai. Seluruh kader, mulai dari pusat hingga akar rumput, diminta bersiaga. Struktur partai di daerah terdampak menjadi ujung tombak.
Ganjar menyebut bahwa kader di daerah sudah terbiasa dengan pola kerja cepat saat bencana. Mereka langsung berkoordinasi dengan relawan, pemerintah setempat, dan masyarakat.
PDI-P Dorong Aksi Nyata di Lapangan
Langkah konkret yang dilakukan kader mencakup berbagai bentuk bantuan. Mulai dari distribusi logistik, dapur umum, hingga pendampingan warga terdampak. Kader juga membantu proses evakuasi dan pendataan kebutuhan.
Partai menilai bahwa kehadiran langsung jauh lebih penting daripada sekadar pernyataan. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya simpati.
Bencana sebagai Ujian Solidaritas Sosial
Ganjar menyampaikan bahwa bencana selalu menjadi ujian solidaritas. Dalam situasi sulit, peran organisasi sosial dan politik sangat dibutuhkan. Ia menilai PDI-P ingin menunjukkan bahwa partai tidak berjarak dengan rakyat.
Megawati disebut selalu mengingatkan bahwa kekuatan partai terletak pada kedekatan dengan masyarakat. Ketika rakyat susah, kader harus berada di garis depan.
Budaya Siaga dalam Tradisi Partai
Instruksi Megawati bukanlah hal baru dalam tradisi PDI-P. Partai ini dikenal memiliki budaya siaga bencana. Setiap kali musibah terjadi, struktur partai langsung bergerak.
Ganjar mengatakan bahwa kader sudah memahami pola tersebut. Tidak perlu menunggu perintah berulang. Ketika ada bencana, refleks pertama adalah turun ke lapangan.
Koordinasi dengan Berbagai Pihak
Dalam penanganan bencana, kader PDI-P juga berkoordinasi dengan berbagai pihak. Pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat setempat menjadi mitra kerja. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran.
Ganjar menilai kerja sama ini penting. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus saling mendukung.
Pesan Politik Kemanusiaan
Arahan Megawati juga memuat pesan politik yang jelas. Politik tidak boleh jauh dari nilai kemanusiaan. Kekuasaan dan jabatan tidak boleh membuat lupa pada penderitaan rakyat.
Menurut Ganjar, pesan tersebut selalu diulang oleh Megawati. Partai harus menjadi alat perjuangan rakyat, bukan sekadar mesin politik.
Kehadiran Lebih Penting dari Seremonial
Ganjar menegaskan bahwa agenda besar partai tidak lebih penting dari keselamatan warga. Rakernas tetap berjalan, namun tidak menghalangi kader untuk menjalankan tugas kemanusiaan.
Ia menyebut bahwa Megawati memahami konsekuensi tersebut. Absennya kader justru dianggap sebagai bentuk pengabdian.
Penutup: Partai Diminta Selalu Hadir
Pesan Megawati menjadi pengingat bagi seluruh kader PDI-P. Dalam situasi darurat, partai harus hadir. Tidak boleh menunggu sorotan publik.
Bencana menuntut kecepatan, empati, dan tindakan nyata. Megawati meminta semua kader menjadikan hal itu sebagai pegangan utama.
Dengan sikap siaga dan respons cepat, PDI-P ingin memastikan bahwa kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya saat pemilu, tetapi juga ketika rakyat menghadapi masa sulit.

Cek Juga Artikel Dari Platform revisednews.com
