Skip to content
ngobrol
Menu
  • Home
Menu

Permabudhi dan Matresia Salurkan Sembako Korban Banjir Medan

Posted on December 29, 2025December 29, 2025 by mimin

Banjir Tinggalkan Luka dan Trauma Warga

Bencana banjir yang melanda Kota Medan pada akhir November lalu tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga luka batin bagi masyarakat terdampak. Air yang datang secara tiba-tiba merendam rumah-rumah warga, menghanyutkan perabot, serta melumpuhkan aktivitas keseharian selama beberapa hari. Banyak keluarga harus bertahan di tengah keterbatasan, sambil berupaya memulihkan kembali kehidupan mereka pascabanjir.

Di sejumlah wilayah, banjir juga menimbulkan trauma, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Kekhawatiran akan banjir susulan masih membayangi warga, khususnya yang tinggal di kawasan dekat aliran sungai. Kondisi inilah yang mendorong berbagai elemen masyarakat untuk turun tangan memberikan bantuan dan dukungan moral.


Kepedulian Lintas Organisasi Keagamaan

Di tengah situasi tersebut, kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terus mengalir. Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia Sumatera Utara (Permabudhi Sumut), Wong Chun Sen Tarigan, bersama Ketua Majelis Rohaniwan Tridharma Seluruh Indonesia Sumatera Utara (Matresia Sumut), Budi Malem, kembali turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir.

Keduanya mendatangi Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, pada Minggu sore. Kehadiran para tokoh lintas organisasi ini menjadi simbol nyata bahwa kepedulian kemanusiaan melampaui sekat agama dan latar belakang.


Turun Langsung Menyapa Warga Helvetia Timur

Sebelum pembagian bantuan dilakukan, Wong Chun Sen Tarigan dan Budi Malem menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga. Mereka menyampaikan rasa duka dan empati mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat, khususnya warga Helvetia Timur yang terdampak cukup parah akibat banjir.

Wong Chun Sen menyampaikan bahwa sejak awal bencana, Permabudhi dan Matresia Sumut bersama para donatur telah berkomitmen untuk terus bergerak menyalurkan bantuan ke berbagai titik terdampak banjir di Medan.

“Hari ini kami sengaja hadir di Kelurahan Helvetia Timur untuk berbagi paket sembako kepada bapak dan ibu sekalian yang terkena musibah banjir beberapa waktu lalu. Kami melihat wilayah ini sangat dekat dengan aliran sungai sehingga rawan banjir. Namun, banjir kemarin benar-benar di luar dugaan kita semua,” ujarnya di hadapan warga.


Bantuan Sembako untuk Ringankan Beban Harian

Puluhan paket sembako disalurkan kepada warga yang terdampak banjir. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula, teh bubuk, mi instan, dan minyak goreng. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah proses pemulihan pascabanjir.

Menurut Wong Chun Sen, bantuan ini memang tidak dapat menggantikan kerugian materi yang dialami warga. Namun setidaknya, kehadiran bantuan sembako diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga dalam beberapa hari ke depan.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa sedikit membantu kebutuhan harian bapak dan ibu sekalian. Kami berharap masyarakat tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan ini,” tambahnya.


Pesan Penguatan dan Harapan Baru

Selain menyalurkan bantuan logistik, Wong Chun Sen dan Budi Malem juga menyampaikan pesan penguatan kepada warga agar tetap optimistis menatap masa depan. Mereka mengajak masyarakat untuk saling mendukung, menjaga kebersamaan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

Dalam kesempatan tersebut, Wong Chun Sen juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal kepada warga yang merayakan, serta selamat menyambut Tahun Baru. Pesan ini disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan dalam keberagaman.

“Kami juga mengucapkan Selamat Hari Natal 25 Desember dan selamat menyambut Tahun Baru. Semoga ke depan kita semua diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan untuk bangkit bersama,” tuturnya.


Solidaritas sebagai Kekuatan Bangkit Pascabencana

Aksi kemanusiaan yang dilakukan Permabudhi dan Matresia Sumut ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial adalah salah satu kunci penting dalam pemulihan pascabencana. Kehadiran langsung para tokoh dan relawan di tengah masyarakat terdampak memberikan dampak psikologis positif bagi warga, bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan.

Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Bagi mereka, bantuan sembako dan perhatian yang diberikan menjadi suntikan semangat untuk kembali menata kehidupan setelah banjir mereda.


Komitmen Terus Berbagi untuk Kemanusiaan

Permabudhi dan Matresia Sumut menegaskan bahwa aksi berbagi ini bukan yang terakhir. Mereka berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan para donatur, relawan, serta pihak terkait guna memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah tantangan bencana alam yang kerap datang tanpa peringatan, langkah kolaboratif lintas organisasi dan lintas iman seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat luas. Kepedulian, empati, dan gotong royong menjadi fondasi penting dalam membangun kembali harapan dan ketahanan sosial di tengah musibah.

Bagi warga Helvetia Timur, bantuan ini bukan sekadar paket sembako, melainkan simbol bahwa kemanusiaan tetap hidup dan hadir di saat-saat paling sulit.

Baca Juga : Wakapolri Pastikan Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir Dipercepat

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : radarbandung

Recent Posts

  • IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.968
  • Kecelakaan KA Bekasi, Operasional Green SM Dievaluasi
  • Ngobrol Fikih Polisi KUA Klari Perluas Pembinaan
  • PLN Percepat Pemulihan Listrik di Jakarta
  • Bareskrim Terbitkan DPO Bandar Vape Etomidate

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025

Partner

©2026 ngobrol | Design: Newspaperly WordPress Theme