Suasana hangat terasa di Pendopo Tengah Gubernur Nusa Tenggara Barat saat Kepala Badan Gizi Nasional RI, Dadan Hindayana, berdiskusi bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD HKTI NTB, Willgo Zainal, turut mendampingi dan terlibat dalam pembahasan strategis terkait perluasan Program Makan Bergizi Gratis.
Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah nuansa akrab dan jamuan kuliner khas Lombok, pembahasan berfokus pada langkah nyata menghadirkan akses pangan bergizi yang lebih merata, terutama bagi masyarakat di wilayah pinggiran NTB.
MBG Jadi Prioritas Pelayanan Publik
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu inisiatif penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Dalam diskusi tersebut, tantangan implementasi hingga strategi pemerataan menjadi perhatian utama.
Wilayah pinggiran disebut tetap harus menjadi prioritas agar manfaat program tidak terpusat di area tertentu saja. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat, termasuk di daerah terpencil, dapat merasakan kehadiran negara melalui layanan gizi yang berkualitas.
Capaian NTB Dapat Apresiasi Nasional
NTB mencatat progres positif dalam pelaksanaan MBG. Hingga awal Mei 2026, telah terbentuk ratusan SPPG dengan puluhan ribu relawan yang mendukung pelaksanaan program di berbagai wilayah.
Capaian ini menjadikan NTB sebagai salah satu daerah dengan perkembangan terbaik secara nasional. Apresiasi dari Kepala BGN menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah daerah, organisasi, dan relawan mampu menghasilkan langkah konkret yang berdampak luas.
Peran Kolaborasi Jadi Kunci
Kehadiran Willgo Zainal sebagai Ketua DPD HKTI NTB juga menegaskan pentingnya dukungan berbagai elemen dalam keberhasilan program nasional. HKTI sebagai organisasi yang dekat dengan sektor pangan dan pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan akses bahan pangan bergizi.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi fondasi utama agar program seperti MBG tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi lokal menjadi kekuatan besar.
Dari Diskusi Santai Lahir Komitmen Serius
Meski berlangsung dalam suasana santai, diskusi tersebut mencerminkan keseriusan dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik. Kehangatan obrolan menjadi simbol bahwa kebijakan besar tidak selalu lahir dari ruang formal, tetapi juga dari komunikasi yang terbuka dan penuh kepedulian.
Pendekatan seperti ini penting karena persoalan gizi masyarakat membutuhkan solusi yang tidak hanya administratif, tetapi juga manusiawi dan adaptif terhadap kebutuhan daerah.
NTB Dorong Pemerataan Hingga Wilayah Terluar
Fokus utama ke depan adalah memastikan pemerataan layanan hingga wilayah paling pinggir. Program MBG diharapkan tidak hanya sukses secara angka, tetapi juga benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Langkah NTB menunjukkan bahwa pelayanan publik terbaik lahir dari komitmen nyata, kerja bersama, dan perhatian terhadap pemerataan. Dengan dukungan semua pihak, Program Makan Bergizi Gratis berpotensi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga Menkeu Aktifkan BSF Redam Tekanan Rupiah dan Pasar
Cek Juga Artikel Dari Platform olahraga.online
