IHSG Awali Perdagangan di Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa pagi, 5 Mei 2026, dengan pelemahan ke level 6.968,566. Pada awal sesi, pasar domestik bergerak di zona merah meski sempat menunjukkan kenaikan tipis dalam beberapa menit pertama perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG sempat bergerak naik tipis sekitar 0,01 persen ke level 6.972,555, namun tekanan jual tetap membayangi pergerakan indeks secara keseluruhan.
Pergerakan Saham Masih Didominasi Pelemahan
Hingga pukul 09.19 WIB, sebanyak 288 saham tercatat mengalami penurunan. Di sisi lain, 244 saham menguat dan 176 saham bergerak stagnan.
Data ini menunjukkan bahwa tekanan pasar masih lebih dominan dibandingkan sentimen positif, meski sebagian investor tetap melakukan akumulasi pada saham tertentu.
Nilai Transaksi Capai Triliunan Rupiah
Aktivitas perdagangan pagi terpantau cukup ramai dengan total transaksi mencapai Rp2,022 triliun.
Volume perdagangan juga cukup besar dengan lebih dari 8,8 miliar saham berpindah tangan, sementara kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp12.426 triliun.
Sentimen Global Jadi Faktor Penting
Pergerakan IHSG pagi ini tidak lepas dari tekanan pasar global. Wall Street pada perdagangan sebelumnya mengalami koreksi setelah indeks utama seperti S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones melemah.
Pelemahan pasar Amerika Serikat dipicu kekhawatiran geopolitik setelah insiden ledakan kapal Korea Selatan di Selat Hormuz serta meningkatnya ketegangan terkait pasokan minyak Timur Tengah.
Dampak Geopolitik terhadap Pasar
Ketidakpastian global cenderung membuat investor lebih berhati-hati, terutama terhadap aset berisiko seperti saham.
Kondisi ini berpotensi memicu aksi profit taking di berbagai pasar, termasuk Indonesia, meskipun fundamental domestik tetap menjadi pertimbangan penting.
Kinerja IHSG Sehari Sebelumnya
Menariknya, pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026, IHSG justru berhasil ditutup menguat 0,22 persen.
Sektor konsumer siklikal menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,53 persen, sementara sektor kesehatan menjadi pemberat terbesar setelah turun 1,63 persen.
Investor Perlu Cermati Volatilitas
Dengan kombinasi sentimen global dan dinamika domestik, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif.
Investor disarankan mencermati perkembangan pasar internasional, harga komoditas, serta sentimen sektor unggulan untuk menentukan strategi perdagangan yang lebih bijak.
Baca Juga : Kecelakaan KA Bekasi, Operasional Green SM Dievaluasi
Cek Juga Artikel Dari Platform : seputardigital

